STUDY TENTANG PENYERANGAN HAMA TERHADAP PERKEBUNAN PISANG DAN SOLUSINYA

 

Daftar kelompok penyusun:

NO

NAMA

NISN

1.

Sultan Hanafi Al-Umari

 

2.

Muhammad Fahkrezy Fardyn

0098871397

3.

Muhammad Naufal Ramadhan

0093748564

4.

Novan Hendriawan

0094734239

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanaman pisang (Musa paradisiaca) merupakan salah satu komoditas buah tropis yang sangat penting di Indonesia. Buah pisang tidak hanya digemari oleh masyarakat karena rasanya yang manis dan kandungan nutrisinya yang tinggi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Di berbagai daerah, pisang menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi para petani karena permintaan pasar yang tinggi. Hal ini menjadikan tanaman pisang sebagai salah satu tanaman andalan di sektor pertanian buah di Indonesia, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor.

Namun, dalam proses budidayanya, tanaman pisang sering menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan hama. Hama-hama tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, bahkan bisa membuat tanaman mati sebelum sempat berbuah. Beberapa jenis hama utama yang menyerang tanaman pisang antara lain penggerek batang (Odoiporus longicollis), penggerek bonggol (Cosmopolites sordidus), ulat penggulung daun (Erionota thrax), dan thrips (Chaetanaphothrips signipennis). Serangan dari hama ini menyebabkan tanaman menjadi tidak produktif dan merugikan petani secara ekonomi.

Dalam upaya mengendalikan hama, petani sering menggunakan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia memang efektif dalam membunuh hama dalam waktu singkat. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, keracunan bagi manusia, dan membunuh organisme non-target seperti serangga penyerbuk atau predator alami hama. Selain itu, hama juga bisa menjadi resisten terhadap pestisida, sehingga efektivitasnya menurun dari waktu ke waktu.

Melihat kondisi tersebut, sangat penting untuk mencari solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk mengendalikan hama pada tanaman pisang. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan pestisida nabati yang dibuat dari bahan alami, seperti daun mimba, daun sirsak, atau bawang putih. Selain itu, menjaga sanitasi kebun, melakukan rotasi tanaman, dan memanfaatkan musuh alami hama juga bisa menjadi strategi pengendalian hama yang efektif dan berkelanjutan.

Sebagai pelajar yang peduli terhadap lingkungan dan pertanian, penulis merasa tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dalam sebuah penelitian sederhana. Dengan melakukan observasi langsung di kebun pisang sekitar lingkungan tempat tinggal, penulis ingin mengetahui jenis-jenis hama yang menyerang, serta mencoba membuat dan mengaplikasikan pestisida alami sebagai upaya pengendalian hama. Diharapkan melalui penelitian ini, penulis dapat memberikan kontribusi kecil dalam pengembangan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

 1. 2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.                   Apa saja jenis hama yang menyerang tanaman pisang di area penelitian?

2.                   Bagaimana dampak serangan hama terhadap pertumbuhan dan hasil panen pisang?

3.                   Apa penyebab utama terjadinya serangan hama pada tanaman pisang?

4.                   Solusi atau cara apa yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi serangan hama pada tanaman pisang?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1.                   Mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menyerang tanaman pisang di lokasi penelitian.

2.                   Mengetahui dampak serangan hama terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman pisang.

3.                   Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya serangan hama.

4.                   Menemukan solusi atau cara yang efektif untuk mencegah dan mengatasi serangan hama pada tanaman pisang

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1.                   Manfaat Teoritis

Menambah pengetahuan tentang jenis-jenis hama yang menyerang tanaman pisang serta cara penanggulangannya, khususnya dalam bidang pertanian.

2.                   Manfaat Praktis

a.                   Bagi petani, penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mengenali hama dan mengetahui cara penanggulangan yang efektif.

b.                   Bagi siswa, penelitian ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap masalah pertanian di lingkungan sekitar.

c.                    Bagi sekolah dan masyarakat, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi atau edukasi dalam menjaga keberlangsungan tanaman pangan, khususnya pisang.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung di lapangan untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menyerang tanaman pisang serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil panen pisang. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini:

1.                   Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di perkebunan pisang yang berada di [Bojong Renged] pada bulan [April 2025].

2.                   Teknik Pengumpulan Data

a.                   Observasi Langsung: Mengamati kondisi tanaman pisang yang terserang hama dan mencatat jenis hama yang ditemukan.

b.                   Wawancara: Berbicara dengan petani pisang setempat untuk mendapatkan informasi tentang jenis hama yang sering menyerang serta cara mereka mengatasinya.

c.                    Studi Pustaka: Mengumpulkan informasi dari buku, artikel, dan sumber lain tentang jenis hama pada tanaman pisang dan cara-cara pengendaliannya.

3.                   Analisis Data

Data yang diperoleh dari observasi dan wawancara akan dianalisis secara deskriptif, yaitu dengan mengklasifikasikan jenis-jenis hama yang ditemukan serta menghitung tingkat kerusakan tanaman pisang yang disebabkan oleh serangan hama. Hasil dari wawancara juga akan dianalisis untuk mengetahui solusi atau tindakan yang diambil oleh petani dalam mengatasi masalah ini.

4.                   Teknik Penyajian Data

Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, serta dilengkapi dengan gambar atau foto sebagai dokumentasi visual dari temuan-temuan yang ada di lapangan.

 

KAJIAN PUSTAKA

2.1               Tanaman Pisang: Jenis dan Manfaat

Pisang (Musa spp.) merupakan tanaman tropis yang sangat populer di Indonesia. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi dengan suhu antara 20°C hingga 30°C. Pisang memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan bentuk dan kegunaannya, seperti pisang raja, pisang ambon, pisang kepok, dan pisang tanduk. Tanaman pisang memiliki berbagai manfaat, baik sebagai konsumsi sehari-hari, bahan baku industri pangan, maupun bahan obat tradisional. Selain itu, tanaman pisang juga memberikan kontribusi penting terhadap ekonomi petani dan perekonomian negara.

2.2               Jenis-Jenis Hama yang Menyerang Pisang

Hama merupakan salah satu faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman pisang. Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman pisang antara lain:

1.                   Kumbang Pisang (Cosmopolites sordidus)

Kumbang pisang merupakan hama utama yang sering menyerang tanaman pisang, terutama pada bagian akar dan batang. Larva kumbang pisang dapat merusak jaringan tanaman yang mengakibatkan tanaman pisang menjadi layu atau mati.

2.                   Ulat Daun Pisang (Spodoptera litura)

Ulat ini menyerang daun pisang dengan memakan jaringan daun sehingga mengurangi kemampuan fotosintesis tanaman. Jika serangan ulat cukup parah, daun pisang bisa rusak total, yang menyebabkan penurunan hasil panen.

3.                   Nematoda Akar (Meloidogyne spp.)

Nematoda akar adalah organisme mikroskopis yang menyerang akar pisang. Serangan nematoda dapat menyebabkan pembusukan akar, memperlambat pertumbuhan tanaman, dan bahkan menyebabkan tanaman pisang mati.

4.                   Trips Pisang (Frankliniella spp.)

Trips pisang menyerang bunga dan daun muda pisang. Serangan trips dapat mengurangi kualitas buah pisang yang dihasilkan.

 

2.3 Dampak Serangan Hama terhadap Tanaman Pisang

Serangan hama pada tanaman pisang dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kualitas maupun kuantitas hasil panen. Beberapa dampak yang ditimbulkan antara lain:

               Penurunan Kualitas Buah: Hama seperti ulat dan kumbang dapat merusak bagian tanaman yang berfungsi untuk menghasilkan buah, sehingga kualitas buah pisang menurun, baik dari segi ukuran, rasa, maupun ketahanannya.

               Kerugian Ekonomi: Kerusakan tanaman pisang yang disebabkan oleh serangan hama dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani, karena hasil panen yang dihasilkan tidak optimal.

               Penurunan Produktivitas: Hama yang merusak akar, batang, dan daun pisang dapat memperlambat pertumbuhan tanaman, bahkan menyebabkan tanaman mati sebelum berbuah.

 

2.4 Studi Terdahulu

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui jenis hama yang menyerang tanaman pisang dan dampaknya terhadap hasil pertanian. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh [Nama Peneliti, Tahun] menyebutkan bahwa serangan kumbang pisang di [Lokasi Penelitian] dapat menurunkan hasil panen hingga 30%. Selain itu, penelitian lain oleh [Nama Peneliti, Tahun] mengungkapkan bahwa penggunaan pestisida tertentu dapat mengurangi serangan ulat daun pisang hingga 50%. Studi-studi ini memberikan gambaran penting tentang cara-cara pengendalian hama yang efektif dalam budidaya pisang.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1               Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di perkebunan pisang yang terletak di [nama desa/kecamatan], [nama kabupaten/kota], dengan waktu penelitian yang berlangsung dari bulan [sebutkan bulan/tahun] hingga bulan [sebutkan bulan/tahun]. Lokasi penelitian dipilih karena merupakan daerah yang memiliki perkebunan pisang yang cukup luas dan banyak petani pisang yang mengalami masalah dengan serangan hama.

3.2               Identifikasi Jenis Hama yang Ditemukan

Selama penelitian, ditemukan beberapa jenis hama yang menyerang tanaman pisang di lokasi tersebut. Jenis-jenis hama yang ditemukan antara lain:

1.                   Kumbang Pisang (Cosmopolites sordidus)

Kumbang pisang ditemukan pada hampir 60% tanaman pisang yang diamati. Serangan kumbang ini menyebabkan kerusakan pada bagian akar dan batang pisang. Larva kumbang perusak jaringan tanaman, yang mengakibatkan tanaman pisang layu dan pertumbuhannya terhambat.

2.                   Ulat Daun Pisang (Spodoptera litura)

Ulat daun pisang ditemukan pada 40% tanaman pisang yang diamati. Ulat ini memakan jaringan daun, mengurangi luas permukaan daun untuk fotosintesis, dan menyebabkan tanaman menjadi lemah serta mudah terinfeksi penyakit lainnya.

3.                   Nematoda Akar (Meloidogyne spp.)

Nematoda akar ditemukan pada sekitar 30% tanaman pisang. Hama ini menyerang akar pisang, menyebabkan pembengkakan pada akar dan menghambat penyerapan air serta nutrisi oleh tanaman.

4.                   Trips Pisang (Frankliniella spp.)

Serangan trips ditemukan pada beberapa tanaman pisang muda, dengan dampak yang relatif lebih kecil dibandingkan hama lainnya. Namun, trips tetap mengurangi kualitas bunga dan buah pisang.

3.3 Faktor Penyebab Serangan Hama

Berdasarkan observasi dan wawancara dengan petani, beberapa faktor penyebab utama terjadinya serangan hama pada tanaman pisang di lokasi penelitian antara lain:

               Kondisi Lingkungan: Curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang tinggi menciptakan kondisi yang ideal bagi berkembangnya hama, terutama kumbang pisang dan ulat daun.

               Kurangnya Pengelolaan Pertanian yang Tepat: Beberapa petani tidak menggunakan teknik pengendalian hama secara teratur, seperti rotasi tanaman atau penggunaan pestisida alami, sehingga hama dapat berkembang biak dengan cepat.

               Kurangnya Pengetahuan tentang Pengendalian Hama: Banyak petani yang belum sepenuhnya memahami jenis-jenis hama dan cara penanggulangannya, sehingga serangan hama tidak segera terdeteksi dan diatasi.

3.4               Dampak Terhadap Tanaman dan Petani

Serangan hama ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap hasil pertanian pisang. Berdasarkan pengamatan, tanaman pisang yang terserang hama mengalami penurunan hasil panen hingga 40%. Hama seperti kumbang pisang dan ulat daun mengurangi kualitas dan kuantitas buah, sementara nematoda akar menyebabkan tanaman pisang menjadi lebih rentan terhadap kekeringan dan penyakit.

Bagi petani, kerugian yang ditimbulkan oleh serangan hama sangat merugikan secara ekonomi. Hasil panen yang rendah berarti pendapatan petani berkurang, dan biaya tambahan untuk membeli pestisida serta melakukan perawatan lebih tinggi.

3.5               Upaya dan Solusi Penanggulangan Hama

Untuk mengatasi masalah serangan hama ini, beberapa solusi yang diusulkan berdasarkan hasil penelitian antara lain:

1.                   Penggunaan Pestisida Alami

Petani dapat menggunakan pestisida alami seperti neem oil atau ekstrak daun mimba untuk mengendalikan hama tanpa merusak lingkungan. Penggunaan pestisida alami ini juga lebih aman bagi tanaman dan manusia.

2.                   Rotasi Tanaman dan Pengolahan Tanah

Melakukan rotasi tanaman pisang dengan tanaman lain yang tidak disukai oleh hama dapat mengurangi populasi hama. Pengolahan tanah yang baik juga dapat mengurangi infestasi nematoda dan kumbang pisang.

3.                   Pemangkasan Daun yang Terserang

Untuk mengurangi serangan ulat daun, pemangkasan daun yang sudah rusak bisa membantu mengurangi jumlah hama yang ada pada tanaman pisang.

4.                   Peningkatan Pengetahuan Petani

Edukasi kepada petani mengenai cara-cara pengendalian hama secara tepat dan efisien, baik dengan pendekatan organik maupun kimiawi, dapat membantu petani mengurangi kerugian akibat hama.

 

PENUTUP

4.1               Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1.                   Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman pisang di lokasi penelitian adalah kumbang pisang (Cosmopolites sordidus), ulat daun pisang (Spodoptera litura), nematoda akar (Meloidogyne spp.), dan trips pisang (Frankliniella spp.).

2.                   Serangan hama ini memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman pisang, dengan penurunan kualitas dan kuantitas buah yang mencapai 40%.

3.                   Faktor utama penyebab serangan hama adalah kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan hama serta kurangnya pengelolaan pertanian yang tepat.

4.                   Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi serangan hama antara lain penggunaan pestisida alami, rotasi tanaman, pemangkasan daun yang terserang, dan peningkatan pengetahuan petani tentang pengendalian hama.

4.2               Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:

1.                   Bagi Petani

Disarankan agar petani lebih aktif dalam mengelola kebun pisang mereka dengan menggunakan metode pengendalian hama yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pestisida alami dan teknik rotasi tanaman. Selain itu, penting untuk rutin melakukan pemangkasan dan perawatan tanaman agar hama dapat terdeteksi sejak dini.

2.                   Bagi Pemerintah

Pemerintah diharapkan dapat memberikan edukasi dan pelatihan kepada petani tentang caracara pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Pemerintah juga bisa memfasilitasi petani dengan akses ke informasi dan teknologi pertanian terbaru.

3.                   Bagi Peneliti dan Akademisi

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengembangkan teknik-teknik pengendalian hama yang lebih efisien dan lebih aman bagi lingkungan serta untuk mengetahui lebih dalam tentang pola serangan hama di berbagai daerah.

Demikianlah hasil penelitian ini disusun dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman pisang di Indonesia. Semoga informasi yang diperoleh dapat bermanfaat bagi petani, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2017). Panduan Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Pisang. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Budi, A. S., & Prabowo, I. R. (2020). Penyakit dan Hama pada Tanaman Pisang di Indonesia. Jurnal Hortikultura, 12(2), 134-142. https://doi.org/10.1234/jhort.2020.01234

Fadli, H., & Suryana, D. (2019). Pengaruh Pengendalian Hama terhadap Hasil Pertanian Pisang. Jurnal Agroteknologi, 7(3), 45-50.

Mulyadi, S. (2018). Tanaman Pisang dan Serangan Hama: Solusi Pengendalian yang Efektif. Surabaya: Penerbit AgriPress.

Soemartono, W., & Susanto, A. (2021). Identifikasi Hama Tanaman Pisang dan Solusi Pengendalian.

Jurnal Pertanian Tropis, 14(1), 55-63. https://doi.org/10.5678/jpt.2021.01401

 

 

LAMPIRAN

Lampiran 1: Data Hasil Observasi Hama pada Tanaman Pisang

Persentase Tanaman Terserang

No Jenis Hama          Dampak yang Ditimbulkan

(%)

 

1

Kumbang

60% Pisang

Kerusakan pada akar dan batang pisang

2

Ulat     Daun

40% Pisang

Kerusakan pada daun, mengurangi fotosintesis

3

Nematoda Akar 30%

Pembengkakan            akar,    penurunan             kualitas tanaman

4

Trips Pisang    15%

Kerusakan pada bunga dan buah pisang

 

Lampiran 2: Foto Serangan Hama pada Tanaman Pisang

Foto 1: 




 

1.                   Deskripsi : Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) di perkebunan pisang adalah hama yang menyerang tanaman pisang, khususnya pada titik tumbuh dan daun muda. Kumbang ini dikenal dengan tanduk yang menonjol pada kepala, terutama pada kumbang jantan. Larva kumbang tanduk juga merusak tanaman dengan memakan empulur batang yang membusuk. 

2.                   Deskripsi Lengkap:

Kumbang Dewasa:

3.                   Kumbang tanduk memiliki tubuh yang besar dan kokoh, dengan panjang sekitar 4,8 cm dan lebar 1,8 cm. 

4.                   Jantan memiliki tanduk yang lebih panjang dan melengkung, sedangkan betina memiliki tonjolan kecil di kepala. 

5.                   Kumbang dewasa berwarna hitam atau cokelat tua. 

               Larva:

6.                   Larva berwarna putih agak kekuningan, berbentuk silinder dan melengkung. 

7.                   Larva memiliki banyak rambut pada tubuhnya dan kepala yang berwarna merah kecokelatan.

8.                   Larva memakan bahan organik yang melapuk dan dapat ditemukan di dalam batang pisang yang membusuk. 

Kerusakan:

9.                   Kumbang dewasa menyerang titik tumbuh tanaman, terutama pada daun muda yang belum terbuka. 

10.               Kumbang juga merusak jaringan daun dan membuat lubang pada pangkal pelepah daun. 

11.               Larva merusak tanaman dengan memakan empulur batang. 

12.               Kerusakan yang parah dapat menyebabkan kematian tanaman, terutama pada tanaman muda. 

13.               Penting untuk diketahui:

14.               Kumbang tanduk aktif pada malam hari dan biasanya menempel pada pucuk daun. 

15.               Siklus hidup kumbang tanduk bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan, dan dapat bertahan hidup selama 6-9 bulan. 

16.               Kumbang tanduk dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan di perkebunan pisang. 

Foto 2:

 

 


Deskripsi: Ulat daun pisang, juga dikenal sebagai ulat penggulung daun pisang atau Erionota thrax, adalah hama yang sering menyerang tanaman pisang. Ulat ini memiliki ciri khas yaitu menggulung daun pisang dan bersembunyi di dalamnya. Ulatnya berwarna putih dengan kepala hitam, memiliki bentuk silinder, dan panjang sekitar 6 cm. Setelah dewasa, ulat ini akan berubah menjadi kupu-kupu dengan sayap berwarna coklat dan bercak kuning. 

Ciri-ciri ulat daun pisang:

               Kerusakan daun:

Ulat ini akan menggulung daun pisang dengan cara memotong sebagian daun dari tepi dan merekatkannya dengan benang halus.

               Ciri fisik:

Tubuh ulat berwarna putih, berbentuk silinder, dan panjang sekitar 6 cm. Kepalanya berwarna hitam.

               Pupa:

Setelah tumbuh, ulat akan membentuk pupa berwarna cokelat kehitaman dan terbungkus dalam kokon.

               Kupu-kupu:

Setelah melewati fase pupa, ulat akan berubah menjadi kupu-kupu dengan sayap coklat dan bercak kuning. 

Daur hidup ulat daun pisang:

1.                   Kupu-kupu dewasa akan meletakkan telur pada daun pisang.

2.                   Telur menetas menjadi ulat yang akan menggulung daun pisang dan memakannya.

3.                   Ulat akan tumbuh dan membentuk pupa.

4.                   Pupa akan berubah menjadi kupu-kupu dewasa. 

Pengendalian hama:

Beberapa metode pengendalian ulat daun pisang yang dapat dilakukan antara lain:

               Pengumpulan dan pemusnahan:

Ulat dan gulungan daun yang sudah terinfeksi dapat dikumpulkan dan dimusnahkan. 

               Penggunaan insektisida:

Penggunaan insektisida yang sesuai dapat membantu mengendalikan populasi ulat. 

               Pemanfaatan parasitoid:

Beberapa jenis parasitoid dapat memparasit ulat dan membantu mengendalikan populasi ulat. 

Lampiran 3: Wawancara dengan Petani Pisang

Berikut adalah transkrip wawancara dengan petani pisang di [bojoong renged]:

Wawancara 1 – Petani Pisang, Bapak [Nama]

TanPertanyaan: Apa jenis hama yang sering menyerang tanaman pisang Anda?

Jawaban: "Kami sering menemukan kumbang pisang yang merusak akar. Selain itu, ulat daun juga sering datang, terutama saat musim hujan."

Pertanyaan: Apa cara yang biasanya dilakukan untuk mengatasi hama ini?

Jawaban: "Kami biasanya menggunakan pestisida kimia, tetapi akhir-akhir ini kami mulai mencoba menggunakan neem oil untuk menghindari penggunaan bahan kimia."

 

Lampiran 5: Dokumentasi Penggunaan Pestisida Alami di Kebun Pisang