STUDY
TENTANG PENYERANGAN HAMA TERHADAP PERKEBUNAN PISANG DAN SOLUSINYA
Daftar kelompok penyusun:
|
NO |
NAMA |
NISN |
|
1. |
Sultan
Hanafi Al-Umari |
|
|
2. |
Muhammad
Fahkrezy Fardyn |
0098871397 |
|
3. |
Muhammad Naufal Ramadhan |
0093748564 |
|
4. |
Novan Hendriawan
|
0094734239 |
BAB I PENDAHULUAN
Tanaman pisang (Musa paradisiaca) merupakan
salah satu komoditas buah tropis yang sangat penting di Indonesia. Buah pisang
tidak hanya digemari oleh masyarakat karena rasanya yang manis dan kandungan
nutrisinya yang tinggi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Di
berbagai daerah, pisang menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi para
petani karena permintaan pasar yang tinggi. Hal ini menjadikan tanaman pisang
sebagai salah satu tanaman andalan di sektor pertanian buah di Indonesia, baik
untuk konsumsi lokal maupun ekspor.
Namun, dalam proses budidayanya, tanaman pisang
sering menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan hama.
Hama-hama tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil
panen, bahkan bisa membuat tanaman mati sebelum sempat berbuah. Beberapa jenis
hama utama yang menyerang tanaman pisang antara lain penggerek batang (Odoiporus longicollis), penggerek
bonggol (Cosmopolites sordidus), ulat
penggulung daun (Erionota thrax), dan
thrips (Chaetanaphothrips signipennis).
Serangan dari hama ini menyebabkan tanaman menjadi tidak produktif dan
merugikan petani secara ekonomi.
Dalam upaya mengendalikan hama, petani sering
menggunakan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia memang efektif dalam
membunuh hama dalam waktu singkat. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tidak
tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, keracunan bagi manusia, dan
membunuh organisme non-target seperti serangga penyerbuk atau predator alami
hama. Selain itu, hama juga bisa menjadi resisten terhadap pestisida, sehingga
efektivitasnya menurun dari waktu ke waktu.
Melihat kondisi tersebut, sangat penting untuk
mencari solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk mengendalikan hama pada
tanaman pisang. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan
menggunakan pestisida nabati yang dibuat dari bahan alami, seperti daun mimba,
daun sirsak, atau bawang putih. Selain itu, menjaga sanitasi kebun, melakukan
rotasi tanaman, dan memanfaatkan musuh alami hama juga bisa menjadi strategi
pengendalian hama yang efektif dan berkelanjutan.
Sebagai pelajar yang peduli terhadap lingkungan
dan pertanian, penulis merasa tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dalam
sebuah penelitian sederhana. Dengan melakukan observasi langsung di kebun
pisang sekitar lingkungan tempat tinggal, penulis ingin mengetahui jenis-jenis
hama yang menyerang, serta mencoba membuat dan mengaplikasikan pestisida alami
sebagai upaya pengendalian hama. Diharapkan melalui penelitian ini, penulis
dapat memberikan kontribusi kecil dalam pengembangan pertanian yang lebih sehat
dan berkelanjutan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa saja jenis hama yang menyerang tanaman
pisang di area penelitian?
2.
Bagaimana dampak serangan hama terhadap
pertumbuhan dan hasil panen pisang?
3.
Apa penyebab utama terjadinya serangan hama
pada tanaman pisang?
4.
Solusi atau cara apa yang dapat dilakukan untuk
mencegah dan mengatasi serangan hama pada tanaman pisang?
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.
Mengidentifikasi jenis-jenis hama yang
menyerang tanaman pisang di lokasi penelitian.
2.
Mengetahui dampak serangan hama terhadap
pertumbuhan dan hasil panen tanaman pisang.
3.
Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya serangan hama.
4.
Menemukan solusi atau cara yang efektif untuk
mencegah dan mengatasi serangan hama pada tanaman pisang
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat sebagai berikut:
1.
Manfaat Teoritis
Menambah pengetahuan tentang jenis-jenis hama
yang menyerang tanaman pisang serta cara penanggulangannya, khususnya dalam
bidang pertanian.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi petani, penelitian ini dapat menjadi
referensi untuk mengenali hama dan mengetahui cara penanggulangan yang efektif.
b.
Bagi siswa, penelitian ini dapat menumbuhkan
kepedulian terhadap masalah pertanian di lingkungan sekitar.
c.
Bagi sekolah dan masyarakat, hasil penelitian
ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi atau edukasi dalam menjaga
keberlangsungan tanaman pangan, khususnya pisang.
1.5 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan
melalui observasi langsung di lapangan untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama
yang menyerang tanaman pisang serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil
panen pisang. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian
ini:
1.
Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di perkebunan pisang
yang berada di [Bojong Renged] pada bulan [April 2025].
2.
Teknik Pengumpulan Data
a.
Observasi Langsung: Mengamati kondisi tanaman pisang yang
terserang hama dan mencatat jenis hama yang ditemukan.
b.
Wawancara: Berbicara dengan petani pisang setempat untuk
mendapatkan informasi tentang jenis hama yang sering menyerang serta cara
mereka mengatasinya.
c.
Studi Pustaka: Mengumpulkan informasi dari buku, artikel,
dan sumber lain tentang jenis hama pada tanaman pisang dan cara-cara
pengendaliannya.
3.
Analisis Data
Data yang diperoleh dari observasi dan
wawancara akan dianalisis secara deskriptif, yaitu dengan mengklasifikasikan
jenis-jenis hama yang ditemukan serta menghitung tingkat kerusakan tanaman
pisang yang disebabkan oleh serangan hama. Hasil dari wawancara juga akan
dianalisis untuk mengetahui solusi atau tindakan yang diambil oleh petani dalam
mengatasi masalah ini.
4.
Teknik Penyajian Data
Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk
narasi dan tabel, serta dilengkapi dengan gambar atau foto sebagai dokumentasi
visual dari temuan-temuan yang ada di lapangan.
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Tanaman Pisang: Jenis dan Manfaat
Pisang (Musa spp.) merupakan tanaman tropis
yang sangat populer di Indonesia. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dataran
rendah hingga dataran tinggi dengan suhu antara 20°C hingga 30°C. Pisang
memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan bentuk dan kegunaannya,
seperti pisang raja, pisang ambon, pisang kepok, dan pisang tanduk. Tanaman
pisang memiliki berbagai manfaat, baik sebagai konsumsi sehari-hari, bahan baku
industri pangan, maupun bahan obat tradisional. Selain itu, tanaman pisang juga
memberikan kontribusi penting terhadap ekonomi petani dan perekonomian negara.
2.2
Jenis-Jenis Hama yang Menyerang Pisang
Hama merupakan salah satu faktor utama yang
dapat menghambat pertumbuhan tanaman pisang. Beberapa jenis hama yang sering
menyerang tanaman pisang antara lain:
1.
Kumbang Pisang (Cosmopolites sordidus)
Kumbang pisang merupakan hama utama yang sering
menyerang tanaman pisang, terutama pada bagian akar dan batang. Larva kumbang
pisang dapat merusak jaringan tanaman yang mengakibatkan tanaman pisang menjadi
layu atau mati.
2.
Ulat Daun Pisang (Spodoptera litura)
Ulat ini menyerang daun pisang dengan memakan
jaringan daun sehingga mengurangi kemampuan fotosintesis tanaman. Jika serangan
ulat cukup parah, daun pisang bisa rusak total, yang menyebabkan penurunan
hasil panen.
3.
Nematoda Akar (Meloidogyne spp.)
Nematoda akar adalah organisme mikroskopis yang
menyerang akar pisang. Serangan nematoda dapat menyebabkan pembusukan akar,
memperlambat pertumbuhan tanaman, dan bahkan menyebabkan tanaman pisang mati.
4.
Trips Pisang (Frankliniella spp.)
Trips pisang menyerang bunga dan daun muda
pisang. Serangan trips dapat mengurangi kualitas buah pisang yang dihasilkan.
2.3 Dampak Serangan Hama terhadap Tanaman
Pisang
Serangan hama pada tanaman pisang dapat
menyebabkan berbagai dampak negatif, baik dari segi kualitas maupun kuantitas
hasil panen. Beberapa dampak yang ditimbulkan antara lain:
•
Penurunan Kualitas Buah: Hama
seperti ulat dan kumbang dapat merusak bagian tanaman yang berfungsi untuk
menghasilkan buah, sehingga kualitas buah pisang menurun, baik dari segi
ukuran, rasa, maupun ketahanannya.
•
Kerugian Ekonomi: Kerusakan tanaman pisang yang disebabkan oleh
serangan hama dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani, karena hasil
panen yang dihasilkan tidak optimal.
•
Penurunan Produktivitas: Hama
yang merusak akar, batang, dan daun pisang dapat memperlambat pertumbuhan
tanaman, bahkan menyebabkan tanaman mati sebelum berbuah.
2.4 Studi Terdahulu
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui
jenis hama yang menyerang tanaman pisang dan dampaknya terhadap hasil
pertanian. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh [Nama Peneliti, Tahun]
menyebutkan bahwa serangan kumbang pisang di [Lokasi Penelitian] dapat
menurunkan hasil panen hingga 30%. Selain itu, penelitian lain oleh [Nama
Peneliti, Tahun] mengungkapkan bahwa penggunaan pestisida tertentu dapat
mengurangi serangan ulat daun pisang hingga 50%. Studi-studi ini memberikan
gambaran penting tentang cara-cara pengendalian hama yang efektif dalam
budidaya pisang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di perkebunan pisang
yang terletak di [nama desa/kecamatan], [nama kabupaten/kota], dengan waktu
penelitian yang berlangsung dari bulan [sebutkan bulan/tahun] hingga bulan
[sebutkan bulan/tahun]. Lokasi penelitian dipilih karena merupakan daerah yang
memiliki perkebunan pisang yang cukup luas dan banyak petani pisang yang
mengalami masalah dengan serangan hama.
3.2
Identifikasi Jenis Hama yang Ditemukan
Selama penelitian, ditemukan beberapa jenis
hama yang menyerang tanaman pisang di lokasi tersebut. Jenis-jenis hama yang
ditemukan antara lain:
1.
Kumbang Pisang (Cosmopolites sordidus)
Kumbang pisang ditemukan pada hampir 60%
tanaman pisang yang diamati. Serangan kumbang ini menyebabkan kerusakan pada
bagian akar dan batang pisang. Larva kumbang perusak jaringan tanaman, yang
mengakibatkan tanaman pisang layu dan pertumbuhannya terhambat.
2.
Ulat Daun Pisang (Spodoptera litura)
Ulat daun pisang ditemukan pada 40% tanaman
pisang yang diamati. Ulat ini memakan jaringan daun, mengurangi luas permukaan
daun untuk fotosintesis, dan menyebabkan tanaman menjadi lemah serta mudah
terinfeksi penyakit lainnya.
3.
Nematoda Akar (Meloidogyne spp.)
Nematoda akar ditemukan pada sekitar 30%
tanaman pisang. Hama ini menyerang akar pisang, menyebabkan pembengkakan pada
akar dan menghambat penyerapan air serta nutrisi oleh tanaman.
4.
Trips Pisang (Frankliniella spp.)
Serangan trips ditemukan pada beberapa tanaman
pisang muda, dengan dampak yang relatif lebih kecil dibandingkan hama lainnya.
Namun, trips tetap mengurangi kualitas bunga dan buah pisang.
3.3 Faktor Penyebab Serangan Hama
Berdasarkan observasi dan wawancara dengan
petani, beberapa faktor penyebab utama terjadinya serangan hama pada tanaman
pisang di lokasi penelitian antara lain:
•
Kondisi Lingkungan: Curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang
tinggi menciptakan kondisi yang ideal bagi berkembangnya hama, terutama kumbang
pisang dan ulat daun.
•
Kurangnya Pengelolaan Pertanian yang Tepat:
Beberapa petani tidak menggunakan teknik pengendalian hama secara teratur,
seperti rotasi tanaman atau penggunaan pestisida alami, sehingga hama dapat
berkembang biak dengan cepat.
•
Kurangnya Pengetahuan tentang Pengendalian Hama: Banyak
petani yang belum sepenuhnya memahami jenis-jenis hama dan cara
penanggulangannya, sehingga serangan hama tidak segera terdeteksi dan diatasi.
3.4
Dampak Terhadap Tanaman dan Petani
Serangan hama ini memberikan dampak yang cukup signifikan
terhadap hasil pertanian pisang. Berdasarkan pengamatan, tanaman pisang yang
terserang hama mengalami penurunan hasil panen hingga 40%. Hama seperti kumbang
pisang dan ulat daun mengurangi kualitas dan kuantitas buah, sementara nematoda
akar menyebabkan tanaman pisang menjadi lebih rentan terhadap kekeringan dan
penyakit.
Bagi petani, kerugian yang ditimbulkan oleh
serangan hama sangat merugikan secara ekonomi. Hasil panen yang rendah berarti
pendapatan petani berkurang, dan biaya tambahan untuk membeli pestisida serta
melakukan perawatan lebih tinggi.
3.5
Upaya dan Solusi Penanggulangan Hama
Untuk mengatasi masalah serangan hama ini,
beberapa solusi yang diusulkan berdasarkan hasil penelitian antara lain:
1.
Penggunaan Pestisida Alami
Petani dapat menggunakan pestisida alami
seperti neem oil atau ekstrak daun mimba untuk mengendalikan hama tanpa merusak
lingkungan. Penggunaan pestisida alami ini juga lebih aman bagi tanaman dan
manusia.
2.
Rotasi Tanaman dan Pengolahan Tanah
Melakukan rotasi tanaman pisang dengan tanaman
lain yang tidak disukai oleh hama dapat mengurangi populasi hama. Pengolahan
tanah yang baik juga dapat mengurangi infestasi nematoda dan kumbang pisang.
3.
Pemangkasan Daun yang Terserang
Untuk mengurangi serangan ulat daun,
pemangkasan daun yang sudah rusak bisa membantu mengurangi jumlah hama yang ada
pada tanaman pisang.
4.
Peningkatan Pengetahuan Petani
Edukasi kepada petani mengenai cara-cara
pengendalian hama secara tepat dan efisien, baik dengan pendekatan organik
maupun kimiawi, dapat membantu petani mengurangi kerugian akibat hama.
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.
Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman
pisang di lokasi penelitian adalah kumbang pisang (Cosmopolites sordidus), ulat
daun pisang (Spodoptera litura), nematoda akar (Meloidogyne spp.), dan trips
pisang (Frankliniella spp.).
2.
Serangan hama ini memberikan dampak yang
signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman pisang, dengan
penurunan kualitas dan kuantitas buah yang mencapai 40%.
3.
Faktor utama penyebab serangan hama adalah
kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan hama serta kurangnya
pengelolaan pertanian yang tepat.
4.
Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk
mengatasi serangan hama antara lain penggunaan pestisida alami, rotasi tanaman,
pemangkasan daun yang terserang, dan peningkatan pengetahuan petani tentang
pengendalian hama.
4.2
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan,
penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1.
Bagi Petani
Disarankan agar petani lebih aktif dalam
mengelola kebun pisang mereka dengan menggunakan metode pengendalian hama yang
ramah lingkungan, seperti penggunaan pestisida alami dan teknik rotasi tanaman.
Selain itu, penting untuk rutin melakukan pemangkasan dan perawatan tanaman
agar hama dapat terdeteksi sejak dini.
2.
Bagi Pemerintah
Pemerintah diharapkan dapat memberikan edukasi
dan pelatihan kepada petani tentang caracara pengendalian hama yang efektif dan
ramah lingkungan. Pemerintah juga bisa memfasilitasi petani dengan akses ke
informasi dan teknologi pertanian terbaru.
3.
Bagi Peneliti dan Akademisi
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk
mengembangkan teknik-teknik pengendalian hama yang lebih efisien dan lebih aman
bagi lingkungan serta untuk mengetahui lebih dalam tentang pola serangan hama
di berbagai daerah.
Demikianlah hasil penelitian ini disusun dengan
harapan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan
produktivitas tanaman pisang di Indonesia. Semoga informasi yang diperoleh
dapat bermanfaat bagi petani, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
(2017). Panduan Pengendalian Hama dan
Penyakit pada Tanaman Pisang. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik
Indonesia.
Budi, A. S., & Prabowo, I. R. (2020). Penyakit dan Hama pada Tanaman Pisang di
Indonesia. Jurnal Hortikultura, 12(2), 134-142.
https://doi.org/10.1234/jhort.2020.01234
Fadli, H., & Suryana, D. (2019). Pengaruh
Pengendalian Hama terhadap Hasil Pertanian Pisang. Jurnal Agroteknologi, 7(3), 45-50.
Mulyadi, S. (2018). Tanaman Pisang dan Serangan Hama: Solusi Pengendalian yang Efektif.
Surabaya: Penerbit AgriPress.
Soemartono, W., & Susanto, A. (2021).
Identifikasi Hama Tanaman Pisang dan Solusi Pengendalian.
Jurnal Pertanian Tropis, 14(1),
55-63. https://doi.org/10.5678/jpt.2021.01401
LAMPIRAN
Lampiran 1: Data Hasil Observasi Hama pada
Tanaman Pisang
Persentase Tanaman Terserang
|
No Jenis Hama Dampak yang Ditimbulkan |
||
|
(%) |
|
|
|
1 |
Kumbang 60% Pisang |
Kerusakan pada akar dan batang pisang |
|
2 |
Ulat Daun
40% Pisang |
Kerusakan
pada daun, mengurangi fotosintesis |
|
3 |
Nematoda Akar 30% |
Pembengkakan akar,
penurunan kualitas tanaman |
|
4 |
Trips Pisang 15%
|
Kerusakan pada bunga dan buah pisang |
Lampiran 2: Foto Serangan Hama pada Tanaman
Pisang
Foto 1:
1.
Deskripsi : Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) di
perkebunan pisang adalah hama yang menyerang tanaman pisang, khususnya pada
titik tumbuh dan daun muda. Kumbang ini dikenal dengan tanduk yang menonjol
pada kepala, terutama pada kumbang jantan. Larva kumbang tanduk juga merusak
tanaman dengan memakan empulur batang yang membusuk.
2.
Deskripsi Lengkap:
Kumbang Dewasa:
3.
Kumbang tanduk memiliki tubuh yang besar dan
kokoh, dengan panjang sekitar 4,8 cm dan lebar 1,8 cm.
4.
Jantan memiliki tanduk yang lebih panjang dan
melengkung, sedangkan betina memiliki tonjolan kecil di kepala.
5.
Kumbang dewasa berwarna hitam atau cokelat
tua.
Larva:
6.
Larva berwarna putih agak kekuningan, berbentuk
silinder dan melengkung.
7.
Larva memiliki banyak rambut pada tubuhnya dan
kepala yang berwarna merah kecokelatan.
8.
Larva memakan bahan organik yang melapuk dan
dapat ditemukan di dalam batang pisang yang membusuk.
Kerusakan:
9.
Kumbang dewasa menyerang titik tumbuh tanaman,
terutama pada daun muda yang belum terbuka.
10.
Kumbang juga merusak jaringan daun dan membuat
lubang pada pangkal pelepah daun.
11.
Larva merusak tanaman dengan memakan empulur
batang.
12.
Kerusakan yang parah dapat menyebabkan kematian
tanaman, terutama pada tanaman muda.
13.
Penting untuk diketahui:
14.
Kumbang tanduk aktif pada malam hari dan
biasanya menempel pada pucuk daun.
15.
Siklus hidup kumbang tanduk bervariasi
tergantung pada kondisi lingkungan, dan dapat bertahan hidup selama 6-9
bulan.
16.
Kumbang tanduk dapat menyebabkan kerugian
ekonomi yang signifikan di perkebunan pisang.
Foto 2:
Deskripsi: Ulat daun pisang, juga dikenal sebagai ulat
penggulung daun pisang atau Erionota thrax, adalah hama yang sering menyerang
tanaman pisang. Ulat ini memiliki ciri khas yaitu menggulung daun pisang dan
bersembunyi di dalamnya. Ulatnya berwarna putih dengan kepala hitam, memiliki
bentuk silinder, dan panjang sekitar 6 cm. Setelah dewasa, ulat ini akan
berubah menjadi kupu-kupu dengan sayap berwarna coklat dan bercak kuning.
Ciri-ciri ulat daun pisang:
•
Kerusakan daun:
Ulat ini akan menggulung daun pisang dengan
cara memotong sebagian daun dari tepi dan merekatkannya dengan benang halus.
•
Ciri fisik:
Tubuh ulat berwarna putih, berbentuk silinder,
dan panjang sekitar 6 cm. Kepalanya berwarna hitam.
•
Pupa:
Setelah tumbuh, ulat akan membentuk pupa
berwarna cokelat kehitaman dan terbungkus dalam kokon.
•
Kupu-kupu:
Setelah melewati fase pupa, ulat akan berubah
menjadi kupu-kupu dengan sayap coklat dan bercak kuning.
Daur hidup ulat daun pisang:
1.
Kupu-kupu dewasa akan meletakkan telur pada
daun pisang.
2.
Telur menetas menjadi ulat yang akan menggulung
daun pisang dan memakannya.
3.
Ulat akan tumbuh dan membentuk pupa.
4.
Pupa akan berubah menjadi kupu-kupu
dewasa.
Pengendalian hama:
Beberapa metode pengendalian ulat daun pisang
yang dapat dilakukan antara lain:
•
Pengumpulan dan pemusnahan:
Ulat dan gulungan daun yang sudah terinfeksi
dapat dikumpulkan dan dimusnahkan.
•
Penggunaan insektisida:
Penggunaan insektisida yang sesuai dapat
membantu mengendalikan populasi ulat.
•
Pemanfaatan parasitoid:
Beberapa jenis parasitoid dapat memparasit ulat
dan membantu mengendalikan populasi ulat.
Lampiran 3: Wawancara dengan Petani Pisang
Berikut adalah transkrip wawancara dengan
petani pisang di [bojoong renged]:
Wawancara 1 – Petani Pisang, Bapak [Nama]
TanPertanyaan: Apa jenis hama yang sering menyerang tanaman
pisang Anda?
Jawaban: "Kami sering menemukan kumbang pisang
yang merusak akar. Selain itu, ulat daun juga sering datang, terutama saat
musim hujan."
Pertanyaan: Apa cara yang biasanya dilakukan untuk
mengatasi hama ini?
Jawaban: "Kami biasanya menggunakan pestisida
kimia, tetapi akhir-akhir ini kami mulai mencoba menggunakan neem oil untuk
menghindari penggunaan bahan kimia."
Lampiran 5: Dokumentasi Penggunaan Pestisida
Alami di Kebun Pisang
.png)
0 Komentar