STRATEGI DAN HAMBATAN PENJUALAN DI TOKO OLEH-OLEH HAJI “VARISSA COLLECTION”
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
|
No |
Nama |
NISN |
|
1 |
Laily Lailah
Al-Qodri |
0092660776 |
|
2 |
Khalisha Argya
Prawara |
0103930764 |
|
3 |
Kirana Nafis
Andini |
0097590947 |
|
4 |
Assyifa
Izzatul Mardiyah |
22237004 |
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Strategi pemasaran sangat penting untuk
memperkenalkan produk kepada konsumen dan meningkatkan laba perusahaan. Oleh
karena itu, perusahaan harus memiliki perencanaan yang baik dan terstruktur.
Alasan lain yang menunjukkan pentingnya adanya strategi pemasaran yaitu semakin
banyaknya persaingan yang terjadi didalam unia usaha. Dalam situasi tersebut
usaha-usaha yang telah dibangun harus menghadapi persaingan tersebut ataupun
dalam opsi lain keluar dari arena persaingan.
Sebelum melakukan promosi, perusahaan harus
menentukan target pasar dan segmennya dengan jelas. Jika tidak, perusahaan dapat gagal. Dengan semakin banyaknya konsumen dan kebutuhan yang beragam,
perusahaan harus mengidentifikasi segmen pasar yang tepat melalui penelitian.
Di era modern ini, persaingan bisnis sangat
ketat. Perusahaan harus mampu
menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Oleh karena itu,
perusahaan-perusahaan baru bermunculan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Setiap perusahaan menawarkan
keunggulan-keunggulan dari produk yang dihasilkannya. Keadaan ini menjadi salah
satu faktor pendorong terciptanya persaingan bagi semua kalangan yang khususnya
para pelaku bisnis.
Perkembangan teknologi informasi dan
telekomunikasi juga membuat keadaan pasar semakin dinamis, mengharuskan para
pelaku bisnis untuk terus menerus berimprovisasi dan berinovasi dalam
mempertahankan para pelanggannya.
Berkembangnya teknologi informasi dan
telekomunikasi akan memudahkan para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Salah satu teknologi informasi dan telekomunikasi yang mendukung kebutuhan
tersebut adalah internet. Saat ini perkembangan internet terjadi sangat cepat
dan dapat menjangkau seluruh dunia dan setiap pelaku bisnis menginginkan
produknya dikenal oleh masyarakat secara luas.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir,
industri perdagangan seperti ritel di
Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Minimarket dan toko oleh
oleh merupakan salah satu bentuk ritel yang paling populer dan banyak ditemukan
di berbagai wilayah. Namun, dalam menjalankan usahanya, minimarket dan toko oleh oleh sering menghadapi berbagai
hambatan pemasaran.
Hambatan pemasaran yang dihadapi oleh
minimarket dan toko oleh-oleh dapat berupa persaingan yang ketat dengan
toko-toko lain, keterbatasan sumber daya, dan perubahan perilaku konsumen.
Selain itu, minimarket juga harus menghadapi tantangan yang beragam dalam
mempertahankan pelanggan dan meningkatkan penjualan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
strategi dan hambatan pemasaran yang dihadapi oleh minimarket dan menganalisis
dampaknya terhadap kinerja pemasaran.
Hasil penelitian
ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemilik minimarket
dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan meningkatkan kinerja
usahanya.
Berdasarkan
latar belakang maka dapat
diidentifikasi maksud dan tujuan sebagai berikut:
Maksud
a.
Apa strategi
Varissa Collection dalam menjalani usaha di bidang toko oleh oleh haji?
b.
Apa hambatan
Varissa Collection dalam menjalani
usaha di bidang toko oleh oleh haji?
c.
Bagaimana Varissa Collection dalam menghadapi persaingan di era digital?
Tujuan
a.
Untuk mengetahui strategi Varissa Collection dalam menjalani
usaha di bidang toko oleh oleh
haji
b.
Untuk mengetahui hambatan Varissa Collection
dalam menjalani usaha di bidang toko oleh oleh haji
c.
Untuk mengetahui varissa collection dalam
menghadapi persaingan di era digital
KAJIAN TEORI
2.1 Strategi
Pengertian strategi secara umum bisa diartikan
sebagai upaya individu atau kelompok untuk membuat skema guna mencapai target
sasaran yang hendak dituju.
Dengan kata lain, strategi adalah seni bagi
individu ataupun kelompok untuk memanfaatkan, kemampuan dan sumber daya yang
dimiliki guna untuk mencapai target
sasaran melalui tata cara yang dianggap dapat efektif dan efisien untuk
mencapai sasaran yang telah diharapkan.
Dengan disadari ataupun tidak, strategi dapat
menjadi jembatan yang memudahkan keberlangsungan perencanaan, pelaksanaan dan
juga pencapaian tujuan.
Sementara definisi strategi menurut beberapa
ahli seperti yang diungkapkan oleh Chandler
menyatakan bahwa “strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitanya dengan
tujuan jangka panjang, program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber
daya”.
Menurut Porter yang menyatakan bahwa “strategi
adalah alat yang sangat penting untuk mencapai
keunggulan bersaing. Menurut
Stephanie K. Marrus yang menyatakan bahwa “strategi adalah proses penentuan
rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada
tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan
suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai”.
2.2 Hambatan
Hambatan menurut Oemar (1992 ; 72) menyatakan
bahwa hambatan adalah segala sesuatu yang menghalangi, merintangi, menghambat,
yang ditemui manusia atau individu
dalam kehidupannya sehari hari yang datangnya silih berganti, sehingga
menimbulkan hambatan bagi individu yang menjalaninya untuk mencapai tujuan.
Sedangkan dalam kamus besar bahasa indonesia (
KBBI ) hambatan adalah halangan atau rintangan. Maka dapat disimpulkan bahwa
hambatan yaitu segala sesuatu yang menghambat atau kendala yang terjadi pada
saat sedang melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas untuk bisa mencapai
tujuan.
2.3 Era Digital
Era digital adalah masa di mana setiap orang
dapat berkomunikasi dengan lebih mudah,
meskipun berada jauh secara geografis. Menurut Wikipedia, revolusi digital dapat dianggap sebagai bagian dari globalisasi,
yaitu integrasi internasional yang
terjadi berkat pertukaran pandangan, pemikiran, produk, dan aspek budaya
lainnya, yang didorong oleh perkembangan infrastruktur telekomunikasi,
internet, dan transportasi.
Manfaat Era Digital
·
Kemudahan dalam Berkomunikasi
Di era
digital saat ini, komunikasi menjadi lebih mudah. Orang-orang dikelilingi oleh
perangkat digital canggih, seperti smartphone, yang memungkinkan mereka
untuk tetap terhubung melalui teknologi internet. Ini adalah salah satu
bentuk nyata dari kemajuan teknologi digital yang paling mudah dirasakan.
·
Mobilitas dan Fleksibilitas
Era
digital memungkinkan berbagai kegiatan dilakukan dengan lebih mudah tanpa
batasan lokasi. Hal ini tampak, misalnya, pada kemudahan mengikuti acara atau
kegiatan tertentu tanpa perlu hadir secara langsung. Contohnya, siswa bisa
belajar di rumah depan laptop melalui aplikasi zoom dengan guru, tanpaharus
datang ke tempat belajar.
·
Dominasi Internet atas Pulsa Tradisional
Di masa
digital ini, penggunaan internet menjadi sangat dominan, khususnya bagi
generasi milenial. Internet memainkan peran penting, sehingga orang lebih memilih kehabisan pulsa daripada paket
data. Paket data tidak hanya digunakan untuk menjelajahi internet tetapi juga
sebagai media komunikasi yang lebih hemat biaya dibandingkan pulsa.
·
Kemudahan Berbelanja dan Akses Kebutuhan Lainnya
Dengan
kehadiran internet, berbagai e-commerce dan toko online berkembang, sehingga
masyarakat dapat berbelanja atau mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus
mendatangi toko fisik. Manfaat dari toko online ini adalah memungkinkan pembeli
dan penjual untuk bertransaksi meskipun berada di lokasi yang jauh terpisah.
METODE PENELITIAN
3.1
Metode yang Digunakan
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif yang bertujuan untuk memahami gejala-gejala yang tidak memerlukan
kuantifikasi. Menurut John W. Creswell dalam buku research design, penelitian
kualitatif merupakan salah satu jenis metode untuk mendeskripsikan,
mengeksplorasi dan memahami pada makna yang oleh sejumlah individu
sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan.
Proses penelitian kualitatif melibatkan upaya,
seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur prosedur, mengumpulkan
data yang spesifik dan partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari
tema-tema yang khusus ke tema-tema yang umum, dan menafsirkan makna data.
Siapapun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara
pandang penelitian yang bergaya induktif, berfokus terhadap makna individual,
dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan” (W.John, 2013, pp. 4-5)
3.2 Sumber Data
Subjek penelitian ini adalah toko oleh-oleh
haji "Varissa Collection" yang berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani,
Kertasari, Ciamis, yang masih satu wilayah dengan Pondok Pesantren Raudhatul
Irfan.
Pondok Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis
merupakan pondok pesantren yang sudah melaksanakan program kemandirian ekonomi
pesantren melalui pendirian berbagai macam unit bisnis.
Salah satunya adalah
Varissa Collection
yang merupakan
toko perlengkapan alat alat haji dan umroh serta menyediakan berbagai macam
jenis kitab yang akan dikaji oleh para santri.
Adapun objek dari penelitian ini adalah strategi
dan hambatan serta persaingan di era digital yang
dihadapi oleh Varissa Collection.
3.3 Teknik dan Alat Pengumpulan Data
A.
Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk
bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga
dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik
tertentu. Dalam hal ini yang dilakukan oleh peneliti adalah
bertindak sebagai pewawancara
yaitu dengan cara komunikasi langsung dengan karyawan yang terkait dengan
masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu untuk mengungkap tentang strategi dan hambatan penjualan di Varissa
Collection.
Metode ini digunakan dengan cara mengadakan
komunikasi melalui metode wawancara. Peniliti
akan melakukan wawancara dengan orang-orang yang bersangkutan yaitu: karyawan Varissa
Collection.
B.
Angket
Angket adalah daftar pertanyaan tertulis yang
diberikan kepada responden untuk dikerjakan dan dikembalikan kepada peneliti.
Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya berisi pertanyaan yang sudah disusun secara
sistematis, dan responden diminta untuk memberikan tanggapan sesuai dengan
pilihan yang tersedia atau mengisi jawaban secara tertulis.
1.
Angket Tertutup
Angket tertutup adalah angket yang memberikan
pilihan jawaban yang terbatas dan sudah ditentukan sebelumnya kepada responden. Angket yang memberikan
pilihan jawaban yang sudah disediakan bagi
responden, sehingga mereka hanya perlu memilih jawaban yang paling sesuai
dengan karakteristik atau pendapat mereka.
2.
Angket Terbuka
Angket terbuka adalah angket yang memungkinkan
responden untuk memberikan jawaban bebas, tanpa pilihan jawaban yang sudah
ditentukan sebelumnya. Angket terbuka tidak memiliki pilihan jawaban yang sudah
ada, sehingga responden memiliki kebebasan untuk merespon pertanyaan dengan
cara mereka sendiri.
C.
Tempat dan Waktu
Adapun waktu
pelaksanaan penelitian dimulai
sejak diterima usulan penelitian
sampai selesai yaitu dari bulan Februari sampai April 2025, dan tempat
penelitian ini di lakukan di unit usaha toko oleh-oleh haji "Varissa
Collection" yang berlokasi di
Jalan Jendral Ahmad Yani, Kertasari, Ciamis.
Pemilihan lokasi ini didasari oleh alasan bahwa tempatnya mudah
dijangkau oleh penulis.
HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian
Pada bab IV ini akan diuraikan hasil penelitian
dan pembahasan dari data- data yang diperoleh melalui penelitian yang telah
dipaparkan pada Bab III, yaitu dilakukan pembagian data responden angket dan
wawancara untuk mejawab maksud dan tujuan penelitian ini mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi strategi dan hambatan penjualan Varissa Collection.
Hasil wawancara yang dilaksanakan pada tanggal
15 April 2025 pukul 16.00, menjelaskan bahwa
strategi yang digunakan dalam penjualan yaitu menjual produk yang
berkualitas. Seperti kurma yang
memiliki beberapa jenis dan dikirim dari Jakarta
dengan kualitas terbaik, berbagai baju muslim yang modern dan tetap islami,
kacang-kacangan seperti almond, pistachio dan kacang arab, serta perabotan
cantik seperti gelas, teko, dan hiasan lainnya yang terlihat mewah.
Kemudian, Varissa Collection menawarkan harga
yang bersaing, disertai dengan promosi. Kebanyakan, pembeli sudah mengetahui
toko oleh-oleh Varissa Collection ini dari mulut ke mulut atau yang disebut
dengan metode word of mouth.
Word of
mouth adalah strategi pemasaran yang mengandalkan
konsumen yang puas untuk secara sukarela mempromosikan produk atau layanan
kepada orang lain. Ini adalah bentuk iklan gratis yang didorong oleh pengalaman
pelanggan dan kepercayaan yang mereka miliki pada toko/merek tersebut.
Strategi ini sangat ampuh apalagi ketika
pembeli merekomendasikan disaat-saat tertentu seperti membeli paketan oleh-oleh
umroh/haji. Tidak hanya untuk oleh-oleh, dengan viralnya cokelat dubai juga
menjadikan kacang pistachio banyak diburu oleh pembeli.
Strategi selanjutnya adalah tempat. Varissa
Collection berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau. Sehingga
pembeli dimudahkan dalam segi akses berbelanja.
Parkiran yang luas, bisa membuat pembeli
leluasa menggunakan kendaraan seperti motor dan mobil.
Yang terakhir adalah bekerja sama dengan KBIH.
Varissa Collection bekerja sama dengan beberapa travel umroh agar dapat
pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak.
Begitu pula dengan strategi penjualan yang
digunakan berdasarkan hasil angket yang diberikan pada tanggal 24 April 2025
adalah kepuasan pelanggan yang menjadi tujuan utama penjualan. Pesanan konsumen
selalu dibuatkan sales order, dan barang yang dijual/dikirim selalu dicek oleh
pihak toko.
Selain dari pemasaran, karyawan yang memiliki
pemahaman yang cukup mengenai produk yang dijualnya juga merupakan salah satu
dari strateginya. Sehingga memudahkan pembeli terhadap barang yang mereka belum
pahami.
Namun, sebagai pelaku usaha, pasti terdapat
hambatan dalam penjualannya. Sebagaimana menjawab maksud dan tujuan nomor dua.
Yaitu hambatan yang dialami Varissa Collection. Toko Varissa Collection masih
belum konsisten dalam promosi. Terkadang, promosi yang dilakukan kurang sesuai.
Kurang aktifnya promosi di media sosial, menyebabkan pemasaran yang kurang maksimal kedepannya karyawan akan
mencoba marketplace baru seperti Shopee dan Tiktok Shop dan lebih aktif lagi
mempromposikannya.
Kemudian, kurangnya pemahaman masyarakat
terhadap produk oleh-oleh adalah salah satunya. Sehingga kadang-kadang terjadi
retur barang. Contohnya, ada jenis kurma golden yang baru tapi terlihat seperti
kurang bagus seperti ada bintik putih. Pembeli biasanya komplen dan ingin
menggantinya. Namun, karyawannya menjelaskan dengan baik bahwa kurma tersebut
masih dalam kondisi yang bagus, baru
dan tanggal kadaluarsa yang masih lama. Selain itu, terkadang pembeli
tidak mengetahui ukuran baju, gamis, peci, dan barang lainnya. Hal itu terjadi karena
pembeli yang menitip. Sehingga terkadang salah membeli ukuran dan ingin
mereturnya.
Salah satu
hambatan terbesar adalah pada masa pandemi Covid-19, karena
Varissa Collection identik dengan oleh-oleh haji dan umroh. Sedangkan pada masa pandemi, kegiatan haji diberhentikan.
Jadi daya tarik pembeli berkurang, sehingga tidak memenuhi target.
Hambatan yang terakhir adalah sifat pelanggan
yang bervariasi dan terkadang kurangnya komunikasi dengan pelanggan. Contohnya
saat ada orderan melalui owner dan dilanjut oleh karyawan, terjadi
miskomunikasi. Pelanggan menjadi berburuk sangka bahwasanya nomornya di blokir
dan mengkomplain langsung kepada owner.
Kondisi pasar saat ini memiliki banyak
penurunan karena beberapa kendala. Seperti saat ini semua orang mengacu sesuai
trend, seiring perubahan trend membuat konsumen semakin tertarik pada produk
serta layanan yg berkelanjutan dengan didukungnya teknologi.
Sebagaimana menjawab maksud dan tujuan yang
ketiga yaitu untuk mengetahui Varissa Collection dalam menghadapi persaingan di
era digital. Digital marketing sangat berperan penting bagi penjualan di
Varissa Collection, namun karyawan masih kurang memahami digital marketing.
Sejauh ini, whatsApp menjadi platform media
sosial terbaik untuk penjualan di Varissa Collection, berbeda dengan aplikasi
Instagram yang kurang berpengaruh terhadap minat beli calon pelanggan. Jenis
konten yang sering kali karyawan gunakan adalah dengan memposting foto produk.
Frekuensi penggunaan media sosial
per-hari terjadi beberapa kali untuk promosi penjualan.
Varissa Collection belum bersaing di ranah
digital. Sebab, pernah mengalami penipuan dengan modus meminta uang, lalu akun
toko diretas. Dari kejadian itu, pihak toko belum membuat akun TikTok lagi. Di
platform media yang lain seperti Facebook, pihak toko biasanya memposting foto
produk dan “cerita”, juga mengikuti grup jual-beli di lingkup Ciamis maupun
luar Ciamis.
KESIMPULAN
Setelah dilakukan penelitian dan analisis data
yang mengacu pada rumusan masalah dan
tujuan penelitian diperoleh hasil temuan Strategi dan hambatan penjualan
Varissa Collection yang dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.
Strategi yang Efektif:
Strategi pemasaran jika di lihat dari bauran
pemasarannya adalah dengan menggunakan strategi Word of mouth, yaitu pemasaran yang mengandalkan konsumen yang
mempromosikan produk atau layanan kepada orang lain.
Selain itu, Varissa Collection berada di tempat
yang strategis dan mudah dijangkau. Sehingga pembeli dimudahkan dalam segi
akses berbelanja. Parkiran yang luas, bisa membuat pembeli leluasa menggunakan
kendaraan seperti motor dan mobil. Sedangkan
dari harga yaitu dengan menentapkan harga yang kompetetif
dan memberikan diskon untuk
orang-orang tertentu. Untuk promosi
yang digunakan adalah media promosi.
2.
Hambatan:
●
Perubahan Kondisi Pasar
●
Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap produk oleh-oleh
●
Pernah terjadi miskomunikasi dengan pelanggan
●
Strategi pemasaran yang kurang
bervariasi
●
Kurang dalam menerapkan transformasi digital
●
Kurang aktif dalam berpromosi setiap harinya
Permasalahan utamanya adalah kurangnya strategi
promosi dengan cara yang bervariatif dan kreatif, yang bisa menjadikan daya tarik konsumen, terlebih media video
untuk promosi baju agar terlihat lebih detail, dan pemahaman tentang pemasaran.
2.
Menghadapi Persaingan di Era Digital
Dalam menghadapi persaingan di era digital,
Varissa Collection mempromosikan produk di berbagai platform media sosial
seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Tiktok, serta bekerja sama dengan
KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). Selain itu mengikuti grup jual beli
lingkup Ciamis maupun luar Ciamis. Namun konten promosi belum terlalu
konsisten. Varissa Collection masih kurang menerapkan promosi di bidang digital
untuk bersaing.
DAFTAR
PUSTAKA
Anisah. Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan
Penjualan Produk Busana Muslim Di Pasar Aceh. Skripsi,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, 2020.
Anisah. Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan
Penjualan Produk Busana Muslim Di Pasar Aceh. Skripsi,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Universitas Islam Negeri
Ar-Raniry Banda Aceh, 2020.
Tjiptono , Fandy.
2009. Strategi Pemasaran. Andi Ofsfet. Yogyakarta.
Supangat, S., & ... (2021).
Artikel Ilmiah Efektivitas Marketing Digital Di Masa Pandemi.
… Marketing Digital Di …, 1151700200. http://repository.untag-sby.ac.id/7424/
Sugiyono, 2008. Memahami
Penelitian KualitatifBandung: Alfabeta.
Sudirman dkk, 2020. Perilaku Konsumen
dan Perkembangannya di Era Digital,
Widina Bhakti Persada Bandung.
Vivid, and Syahril,
2019. Strategi Pemasaran
Paket Ibadah Haji dan Umroh
Hamid, Abdul Madin.
(wawancara pra penelitian), diwawancarai oleh Muhammad
Nasir. Di PT Ebad Group Jember, 08 April 2023
Husanah, Rodatul. Strategi Pemasaran Produk
Paket Haji dan Umroh Pada Masa Pandemi Covid 19 Study Kasus: PT Rizkia Tour
& Travel Cabang Bukit Tinggi. Skripsi,
IAIN Bukit Tinggi, 2021.
Kasmir. Marketing dan Kasus Pilihan.
Jakarta: CAPS Center
For Academic Publishing Service.
Musnaini,dkk. Digital
marketing.Banyumas: CV.Pena Persada,
2020
Fahrika, Afifah, N. Rachma, and Afi Rahmat
Slamet. (2019) "Pengaruh Online Marketing Dan E-Service Quality Terhadap
Loyalitas Dengan Kepuasan
Sebagai Variabel Intervening Pada Online Shop Joyism
Malang." Jurnal Ilmiah Riset Manajemen 8.4.
LAMPIRAN
A.
Foto Foto di Toko Varissa Collection
B.
Wawancara
Berikut adalah sebagian
pertanyaan dan percakapan saat wawancara:
1.
Apa strategi
pemasaran yang bisa meningkatkan penjualan
di Varissa?
“Strategi pemasaran untuk meningkatkan
penjualan di sini? Mungkin salah satu
strategi yang biasa dilakukan di Varissa yaitu melalui media promosi. Mungkin
melalui media sosial, yaitu kita sering menggunakan WA, Facebook, atau IG.Tapi
untuk saat ini ga terlalu aktif, mungkin kedepannya sih ada ya, untuk di media
sosial lainnya seperti Shopee gitu kan, online shop gitu, atau TikTok.”
“Namun berhubungan masih kurang ya, kurang
elmuna. Jadi, ayeuna mah menggunakan WA, IG, kadang Facebook gitu kan. Atau
bisa sih, jadi menggunakan media sosial,
bisa juga dengan
kenalan-kenalan kita. Lebih ke mulut ke mulut jigana.
Dari pelanggan tetap terus dipromosiin lagi ke orang. Tempat kita juga
strategis, gampang dijangkau, harganya bersaing. Terus produkna oge kita
pengirimna dari Jakarta jadi inshaAllah berkualitas”
Apa
keuntungan melakukan digital marketing dibandingkan tradisional marketing? “Memudahkan orang-orang sih, jadi membantu
orang-orang tahu gitu produk yang ada, di toko yang dijual apa aja gitu. Misalnya kan toko Varissa
itu ngejual tentang perlengkapan oleh-oleh haji dan
umroh. Nah, jadi orang-orang itu
bakal tahu, oh, bahwa di toko iya itu ngejual
perlengkapan. Gitu, memudahkan sih. Kalau tradisional marketing kan kaya iklan
di koran”
1.
Jika ada produk yang baru dirilis,
bagaimana Teteh merencanakan strategi pemasarannya?
“Strategi, mungkin lihat
dulunya. Misalnya, produk
yang baru dirilis,
terus kita lihat dulu
target orang-orang, misalnya orang-orang menang target, terus orang-orang mulai
mempromosikan lewat wa, IG, Facebook. Gitu.”
2.
Nomor empat,
jika konsumen memberi
review jelek dari produk yang kita pasarkan, bagaimana Teteh meresponnya? Mungkin kita minta maaf gitu ya, misalkan dari
barang, dari kualitas misalnya kurang memuaskan, kita minta maaf kepada konsumen,
terus jadikan pembelajaran buat kedepannya lagi gitu ya, biar produk yang kita jual lebih memuaskan bagi konsumen.
3.
Apa taktik marketing yang Teteh coba baru-baru ini? Kenapa Teteh milih itu dan apa yang bisa dipelajari?
“Mungkin taktiknya untuk
saat ini ingin belajar via online shop seperti TikTok,
namun berhubungan kurang ilmunya, jadi masih dalam tahap belajar gitu.”
C.
Angket
.png)
0 Komentar