ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
|
No |
Nama |
NISN |
|
1. |
Syifa Maila
Hana |
22237025 |
|
2. |
Siti Fatimatussa’adah |
22237023 |
|
3. |
Tiara Nur
Latifah |
22237023 |
|
4. |
Sheilla Madinatul Ilmi |
22237021 |
PENDAHULUAN
Tanaman Pisang adalah buah yang banyak digemari
masyarakat dunia karena memiliki kandungan gizi serta vitamin yang mampu
mencukupi kebutuhan tubuh manusia dan memiliki potensi cukup tinggi untuk
dikelola. Produksi buah tertinggi di Indonesia adalah buah pisang. Pada tahun
2018 produksi buah ini mencapai 7.264.833 ton (Badan Pusat Statistik, 2019).
Tanaman pisang merupakan tanaman asli Asia Tenggara, bahkan dari beberapa
literatur menyebutkan bahwa pisang adalah tanaman asli dari Indonesia. Kuswanto
(2003), menyebutkan bahwa pisang adalah tanaman asli Indonesia. Hal ini
dibuktikan dengan banyaknya berbagai jenis pisang di hutan asli pulau yang ada
di seluruh Indonesia. Tanaman pisang merupakan salah satu komunitas pertanian
yang sangat penting di Indonesia, baik
sebagai sumber pangan maupun sebagai sumber pendapatan petani. Latar belakang
penggunaan pupuk kompos pada tanaman pisang adalah untuk meningkatkan kualitas
tanah, memberikan unsur hara esensial
bagi pertumbuhan pisang,
dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berpotensi merusak lingkungan. Pisang
merupakan tanaman yang membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk t umbuh optimal,
dan pupuk kompos dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Namun produktivitas tanaman pisang masih relatif rendah, karena
beberapa faktor seperti penggunaan pupuk kimia yang berlebihan penurunan
kesuburan tanah dan perubahan iklim. Penggunaan pupuk kimia berlebihan pada
tanaman pisang dapat menyebabkan berbagai masalah, antara lain pencemaran air,
degradasi tanah, dan gangguan
ekosistem. Pupuk kimia yang tidak
terkontrol dapat merusak
kesuburan tanah, membunuh
mikroorganisme bermanfaat, dan menyebabkan penumpukan garam di tanah. Selain
itu, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan manusia karena zat kimia dalam pupuk dapat
mengendap dalam tubuh jika dikonsumsi. Namun kebanyakan petani sekarang lebih
memilih menggunakan pupuk kimia dibandingkan dengan pupuk kompos, karena pupuk
kimia lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan pupuk kompos yang harus
melalui proses dan tahapan yang cukup lama, akan tetapi penggunaan pupuk kimia
yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah, serta menurunkan kualitas tanah, oleh karena itu diperlukan alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan dan
efektif untuk meningkatkan produktivitas tanaman pisang, oleh karena itu pupuk
kompos lebih dianjurkan daripada pupuk kimia. Maka dari itu kami akan melakukan
analisis penggunaan pupuk kompos terhadap tumbuhan tanaman pisang.
Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah dari penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1.
Bagaimana pengaruh pupuk kompos terhadap
pertumbuhan tanaman pisang?
2.
Seberapa besar peningkatan hasil tanaman pisang dengan menggunakan pupuk kompos?
3.
Apakah penggunaan pupuk kompos dapat meningkatkan kesuburan
tanah?
4.
Apakah penggunaan pupuk kompos juga bisa berdampak
negatif terhadap tanaman?
B.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1.
Menganalisis
pengaruh pupuk kompos
terhadap pertumbuhan tanaman
pisang.
2.
Menentukan dosis optimal
pupuk kompos untuk tanaman pisang.
3.
Mengevaluasi
dampak penggunaan pupuk kompos terhadap
lingkungan dan kesuburan tanah.
KAJIAN TEORI
1.
Konsep Pertumbuhan Tanaman Pisang
Pohon pisang telah dibudidayakan secara
besar-besaran. Bahkan, sudah ada beberapa perusahaan yang menjadikan pisang
sebagai tanaman industri. Pohon pisang dapat tumbuh dengan baik di dataran
rendah maupun tinggi. Pohon pisang berkembang biak dengan anakan (ibid).
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh beberapa
faktor, termasuk faktor internal (genetik) dan faktor eksternal (lingkungan).
Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain adalah
ketersediaan nutrisi, air, dan cahaya (Kartasapoetra, 2018).
●
Kebutuhan Unsur Hara Tanaman Pisang:
Tanaman
pisang membutuhkan berbagai unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium
(Mg) untuk pertumbuhan yang optimal. Pupuk kompos
dapat memberikan unsur hara tersebut
secara alami dan berkelanjutan.
●
Peningkatan Kualitas Tanah:
Pupuk kompos membantu memperbaiki struktur
tanah, meningkatkan kapasitas retensi air, dan meningkatkan kesuburan tanah
secara keseluruhan. Ini menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pertumbuhan
akar pisang.
●
Pengurangan Penggunaan Pupuk Kimia:
Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat
menyebabkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan manusia. Pupuk kompos
menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman pisang.
●
Pemanfaatan
Limbah Organik:
Pupuk kompos terbuat dari limbah organik
seperti limbah aren yang seringkali dibuang begitu saja. Dengan mengolah limbah ini menjadi
pupuk kompos, kita dapat mengurangi masalah sampah bekas limbah aren yang biasanya digunakan
untuk pembuatan jamur merang
dan memanfaatkan sumber
daya yang ada.
●
Kelebihan Pupuk Kompos:
Pupuk kompos memiliki beberapa
kelebihan dibandingkan dengan
pupuk kimia, seperti:
1.
Ramah Lingkungan: Pupuk kompos terbuat dari
bahan organik yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan
manusia.
2.
Penyedia Unsur Hara Alami: Pupuk kompos
memberikan unsur hara secara perlahan dan berkelanjutan, sehingga tanaman dapat
menyerapnya secara optimal.
Kompos merupakan pupuk organik buatan manusia
yang dihasilkan dari pelapukan (dekomposisi) sisa bahan organik seperti
daun-daunan, jerami, alangalang, rumput-rumputan, dedak padi, batang jagung,
carang-carang serta kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi oleh
mikroorganisme pengurai. Pembuatan kompos ini dikontrol, sengaja dibuat dan
diatur seperti pemberian air pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator
menjadi bagian-bagian terhumuskan.
Proses pembuatan kompos dapat berjalan secara aerob dan anaerob yang saling
menunjang pada kondisi lingkungan tertentu. Kompos mengalami proses dekomposisi
oleh mikroorganisme pengurai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki
sifat-sifat tanah. Kompos mengandung hara-hara mineral yang esensial bagi tanaman.Di
lingkungan alam terbuka, proses pengomposan bisa terjadi dengan sendirinya.
Lewat proses alami, rumput, daun-daunan dan kotoran hewan serta sampah lainnya
lama kelamaan membusuk karena adanya kerja sama antara mikroorganisme dengan
cuaca. Proses tersebut bisa dipercepat oleh perlakuan manusia, yaitu dengan
menambahkan mikroorganisme pengurai sehingga dalam waktu singkat
akan diperoleh kompos yang berkualitas baik (Yuwono, 2005; Setyorini dkk.,
2006).
b.
Peran Pupuk Kompos
dalam Pertumbuhan Tanaman
Pupuk kompos adalah salah satu jenis pupuk
organik yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti limbah tanaman, kotoran
hewan, dan lain-lain. Pupuk kompos mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh
tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium (Arifin, 2017).
c.
Teori Pertumbuhan Tanaman
dengan Pupuk Kompos
Teori pertumbuhan tanaman dengan pupuk kompos
berdasarkan pada konsep bahwa pupuk kompos dapat meningkatkan ketersediaan
nutrisi di dalam tanah, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selain
itu, pupuk kompos juga dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, yang
dapat membantu tanaman dalam menyerap nutrisi (Rahman, 2017) .
METODE PENELITIAN
Dalam pengertian yang sederhana, metode dapat
diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan suatu nilai tertentu dari si
pembawa pesan kepada si penerima pesan. Metode adalah cara atau prosedur yang teratur
untuk mencapai tujuan tertentu.
Pada penelitian ini kami menggunakan metode kualitatif. Menurut Sugiyono
(2020:9) metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti
adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara
triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian
kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
Sumber data adalah sesuatu yang dapat
memberikan informasi mengenai penelitian yang terkait. data yang digunakan
dalam penelitian ini, Berdasarkan sumbernya, jenis data dapat dibagi menjadi
dua yaitu :
1.
Sumber Data Primer (data utama) adalah data penelitian yang dapat diperoleh
secara langsung dari lapangan atau sumber asli (tidak melalui perantara)
berupa keterangan informasi dan wawancara.
2.
Sumber Data Sekunder adalah suatu data yang
diperoleh dari penjelasan penjelasan secara teoritis yang ada dalam kepustakaan
ilmiah maupun non ilmiah yang berkaitan dengan judul penelitian yang sedang
diteliti.
B.
Alat Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2020:105) menyatakan bahwa
secara umum terdapat 4 (empat) macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi,
wawancara, dokumentasi dan gabungan/triangulasi (observasi, wawancara dan
dokumentasi).
Menurut Nasution dalam Sugiyono (2020:109)
observasi adalah kondisi dimana dilakukannya pengamatan secara langsung oleh
peneliti agar lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial sehingga dapat diperoleh pandangan
yang holistik (menyeluruh).
Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2020:114)
wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide
melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontribusikan makna dalam suatu topik
tertentu.
4.
Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2020:124) dokumentasi
merupakan pengumpulan dari catatan peristiwa yang sudah berlaku
baik berbentuk tulisan,
gambar/foto atau karya-karya
monumental dari seseorang/instansi.
C.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kertaharja, Kec.
Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada tanggal 22 bulan April tahun
2025.
Penggunaan
pupuk kompos lebih baik dari pada pupuk kimia karena lebih ramah lingkungan,
membantu meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang, dan mengurangi
ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat mencemari lingkungan. Pupuk kompos
juga mengandung lebih banyak jenis nutrisi karena dibuat dari berbagai bahan
organik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara lebih
lengkap. Secara umum, penelitian menunjukkan pupuk organik berpengaruh positif
terhadap pertumbuhan tanaman pisang. Beberapa penelitian menunjukkan
peningkatan tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan jumlah daun, serta
kualitas buah pisang. Namun, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa pupuk organik belum sepenuhnya
menggantikan nutrisi dari pupuk kimia atau pupuk AB mix. Penggunaan pupuk
kompos pada tanaman memiliki banyak kelebihan, seperti meningkatkan kesuburan
tanah, memperbaiki struktur tanah, dan menyediakan nutrisi alami bagi tanaman.
Namun, ada juga beberapa kekurangan, seperti proses pembuatannya yang
membutuhkan waktu dan tenaga, serta potensi menarik hama dan satwa liar jika
tidak dikelola dengan baik.
Hasil
yang diperoleh dari penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan
narasumber sebagai bentuk pencarian data dan dokumentasi yang kemudian peneliti
(kami) analisis. Prosedur penelitian ini yakni dimana menghasilkan data berupa
kata-kata atau lisan yang disadari oleh seseorang atau perilaku yang diamati
melalui wawancara.
Berdasarkan kesepakatan narasumber dan peneliti,
narasumber bersedia bertemu dan membantu peneliti di suatu
tempat yaitu di Renged Kertaharja. Adapun peneliti menerangkan bahwa pada saat
wawancara berlangsung peneliti akan mengambil gambar sebagai bukti dokumentasi
dan merekam percakapan menggunakan handphone sebagai alat perekam yang
bertujuan untuk merekam pertanyaan-pertanyaan dari peneliti dan jawaban-jawaban dari subjek.
Selama
penelitian dan tahap wawancara ini, narasumber tidak
merasa keberatan untuk
memberikan informasi yang peneliti butuhkan.
Pondok
Pesantren Raudhatul Irfan merupakan salah satu lembaga pendidikan islam di
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Pesantren yang beralamat di Jalan Jendral Ahmad nomor 257 kelurahan
Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis,
Provinsi Jawa Barat yang
resmi didirikan pada 17 Juli 2017.
Pesantren Raudhatul Irfan Ciamis didirikan
untuk memberikan kontribusi kepada umat melalui ciri khasnya Quranicpreneur
Bilingual School. Yakni untuk mencetak Enterpreneur Qurani, untuk mengatasi
masalah umat dengan mengamalkan Quran dan juga nilai Enterpreneur. Pesantren
Raudhatul Irfan memiliki 3 lembaga sekolah, yakni DTA, SMPIT IQBS dan SMAIT
IQBS yang didirikan secara bertahap di tahun 2018 dan 2019. Kurikulum yang
diterapkan yakni dengan mengkombinasikan 2 mazhab, yakni salafiyah dengan kitab kuning dan
khalafiyah (pendekatan modern).
Atas
metode tersebut, pada tahun 2021, Pesantren Raudhatul Irfan juga menerapkan
kombinasi kurikulum yakni Nasional dan Cambridge. Pesantren Raudhatul Irfan
juga berupaya menciptakan bilingual atmosfer yakni dengan Bahasa Arab dan
Bahasa Inggris.
Pondok
Pesantren Raudhatul Irfan juga mempunyai wirausaha di bidang unit usaha khasnya
seperti Varissa Collection atau oleh-oleh haji, laundry, dan juga di bidang
pertanian yang berada tepat di daerah Renged, Kertaharja, Ciamis yang dibangun
dan dipimpin oleh pembina yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Irfan yaitu oleh
Almukarrom Kyai Haji Ateng Kadar Soleh.
Kami
sebagai peneliti disini sedang mencari informasi tentang bagaimana pertumbuhan tanaman pisang di sini dengan
menggunakan pupuk kompos organik yang berbahan dasar dari limbah aren.
Mengapa di sini pupuk komposnya menggunakan limbah aren?
Awal
mulanya produksi tepung aren mengalami masalah dalam pembuangan limbah arennya
karena limbah tidak dijadikan apa-apa dan dibuang ke sembarang tempat tanpa
memperdulikannya, menjadikan warga yang terdampak dengan pembuangan limbah itu protes karena aroma yang dihasilkan oleh
limbah aren itu menyengat dan bau sekali
Dari
situlah pembina yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Irfan mempunyai ide
bagaimana cara mengolah limbah aren itu menjadi bermanfaat, setelah mempunyai ide, beliau
mencoba menjadikan limbah aren untuk dijadikan salah satu bahan pembuatan jamur
merang dan untuk dijadikan pupuk kompos yang selanjutnya diberikan pada
tanaman-tanaman yang ada di pertanian Renged.
Dan
pupuk kompos inilah yang kami teliti, setelah sampai di lokasi kami pun mencari
data tentang pengaruh pupuk kompos terhadap tanaman pisang bersama Bapak Didin Burhanudin.
Berikut
adalah data hasil wawancara tentang pengaruh pupuk kompos terhadap tanaman pisang dengan Bapak Didin Burhanudin.
1.
Apakah pohon-pohon pisang yang ditanam di
perkebunan Renged ini menggunakan pupuk kompos
organik?
●
Iya, semua tanaman
pohon pisang di sini menggunakan pupuk kompos organik.
2.
Apakah penggunaan pupuk kompos ini efektif
untuk pertumbuhan tanaman pisang, atau lebih baik tidak menggunakannya?
●
Penggunaan pupuk kompos sangat efektif, karena
pupuk kompos sangat baik penggunaannya untuk tanaman seperti pohon pisang,
pohon pepaya. Jadi penggunaan pupuk
kompos sangat penting untuk pertumbuhan dan nutrisi tanaman itu sendiri.
3.
Mengapa Anda (bapak) memilih untuk memakai
pupuk kompos organik dibandingkan pupuk kimia, padahal pupuk kimia lebih
praktis dan mudah?
●
Karena kalau memakai pupuk kompos organik akan
lebih tahan lama dibandingkan jika kita menggunakan pupuk kimia.
4.
Bahan terbaik apa yang digunakan
di sini untuk pengomposan?
●
Bahan terbaik yang digunakan untuk pengomposan yaitu dari limbah
aren.
5.
Apakah kutu daun (hama) berbahaya
dan apakah perannya
dalam pengomposan?
●
Kutu daun sangat
berbahaya, tetapi dikarenakan di sini menggunakan pupuk kompos maka tidak ada
satupun tanaman yang rusak atau jelek, tanamannya bagus-bagus bahkan tidak ada
satupun pohon pisang di sini yang memiliki ulat. Dan karena penggunaan pupuk kompos inilah salah
satu cara yang membuat pohon-pohon disini terutama pohon pisang tidak memiliki
hama atau kutu daun sama sekali.
6.
Apakah perlu menambahkan kapur (kalsium) ke tumpukan kompos?
●
harus menggunakan kapur
7.
Apa dampak positifnya pupuk kompos untuk
pertumbuhan tanaman pisang?
●
Dampak positif
penggunaan pupuk kompos membuat tanaman menjadi sehat dan bagus, mulai dari
pohonnya sampai dengan hasilnya jadi pisang-pisang di sini kiloannya menjadi
lebih berat jika memakai pupuk kompos.
8.
Apa saja faktor
yang membuat pupuk kompos tidak
berhasil?
●
Di sini menggunakan pupuk kompos dan tidak ada yang pernah tidak berhasil, dan lebih
bagus menggunakan pupuk kompos daripada pupuk kimia.
KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan, hasil analisis dan
penelitian dari data penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan, maka
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
Semua tanaman di sini menggunakan pupuk kompos
organik yang terbuat dari limbah aren. penggunaan pupuk kompos di sini juga sangat efektif, karena menghasilkan tanaman
yang bagus dan sehat-sehat.
Semua tanaman-tanaman di sini bebas hama,
karena tidak menggunakan pupuk kimia karena para petani tahu jika menggunakan
pupuk kompos hasilnya akan bagus, memperbanyak hasil dan memperberat
kiloannya.
Bahan terbaik pengomposan di sini adalah limbah
aren karena limbah arennya mudah untuk didapatkan. Dan menghasilkan pupuk yang bagus untuk
pertumbuhan tanaman-tanaman
di sini yang salah satunya adalah pohon pisang yang sudah kami teliti.
Dampak positif dari penggunaan pupuk kompos
pada tanaman pisang antara lain untuk meningkatkan kesuburan tanah,
menyediakan nutrisi bagi tanaman, meningkatkan daya serap air oleh akar, serta
meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah, N. (Ed.). (2016). Memproduksi kompos dan mikro organisme lokal (MOL). Bibit Publisher.
Arifin, Z. (2017). Pengaruh Pupuk Kompos
terhadap Pertumbuhan Tanaman Pisang (Musa acuminata). Jurnal Agronomi, 15(2),
123-130.
Kartasapoetra,
A. G. (2018). Dasar-Dasar Agronomi. Jakarta: Rineka Cipta.
Ni’Maturrohmah, W., & Chalimah, S. (2014).
pemanfaatan limbah kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca) sebagai bahan
dasar pembuatan cuka organik dengan penambahan Acetobacter aceti dengan
konsentrasi yang berbeda (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah
Surakarta).
Rahman, A. (2017). Penggunaan Pupuk Kompos
untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah. Jurnal Ilmu Tanah, 21(1), 1-7.
Tantawi, A. R., & Aziz, R. (2023).
Aklimatisasi Bibit Pisang (Musa Paradisiaca L.) Kultur Jaringan Dengan Menggunakan Media Kompos Yang Diperkaya Dengan
Mikroorganisme Dan Pasir Sungai
LAMPIRAN
.png)
0 Komentar